Monday, 2 April 2018

Bertemu Tanpa Sapa, Diam-diam Ada Rasa (Kisah Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra)

Ali bin Abu Thalib sedari kecil tinggal dengan Rasulullah SAW. Sebagai balas jasa pamannya yang merupakan ayah dari Ali, yaitu Abu Thalib yang telah mengasuk Rasulullah sejak kecil.

Fatimah merupakan putri dari pernikahan Rasulullah SAW dengan Khadijah binti Khuwailid. Perbedaan usia mereka 15 tahun. Ali lahir 10 tahun sebelum kenabian, sedangkan Fatimah lahir 5 tahun setelah kenabian. Sejak kecil, Ali dan Fatimah saling mengenal, namun tak pernah saling menyapa. Fatimah dikenal memiliki sifat yang paling mirip dengan ayahnya. Begitupun dengan Ali, yang telah dianggap seperti putra sendiri bagi Rasulullah SAW.

Suatu ketika, terjadi suatu kejadian dimana Rasulullah SAW sedang sujud, Abu Jahl dan gerombolannya menumpahi kotoran kambing ke baginda Rasulullah SAW.  Kemudian Fatimah membantu membersihkan kotoran yang ada di tubuh ayahnya. Tak hanya itu, Fatimah juga berani memarahi gerombolan kaum musyrik yang telah menyakiti ayahnya. Disaat itulah Ali diam-diam menaruh hati pada Fatimah.

Ali berdoa, memohon kepada Allah SWT agar ia berjodoh dengan Fatimah. Namun Allah SWT mengujinya. Tersiar kabar bahwa Abu Bakar As-shiddiq terlebih dahulu melamar Fatimah. Ali pun pasrah mendengar berita tersebut, karena merasa bahwa Abu Bakar As-shiddiq yang dirasa lebih tinggi status darinya, telah melamar Fatimah dan akan diterima Rasulullah SAW. Namun perkiraan Ali salah. Allah SWT berkehendak lain.

Lamaran Abu Bakar As-shiddiq ditolak.

Ali tetap ber ikhtiar dengan terus memperbaiki diri dan bertawakkal agar Allah SWT meridhoinya untuk berjodoh dengan Fatimah. Namun Ali diuji kembali. Kini, seorang khalifah yang dikenal pemberani, yang melamar Fatimah. Yakni, Umar bin Khattab. Kembali, Ali ikhlas jika Umar diterima lamarannya. 

Dan ternyata, lamaran Umar pun ditolak.

Kemudian Allah SWT kembali menguji Ali. Kini Utsman Bin Affan yang melamar Fatimah. Ali sempat berfikir, ini yang ketiga kalinya, mungkin lamaran kali ini akan diterima. Namun sama dengan yang sebelumnya, lamaran tersebut ditolak.

Sahabat-sahabat Ali memberi dukungan padanya untuk segera melamar Fatimah. Ali pun memberanikan diri untuk mendatangi Rasulullah SAW untuk melamar putrinya. Ali menyampaikan niat baiknya pada Rasulullah SAW dan juga bertanya, jika diterima, maka mahar apa yang diinginkan? Karena Ali bukanlah saudagar kaya.

Ali sempat tidak yakin Rasulullah SAW akan menerima niat baiknya. Ali memang bukanlah saudagar kaya seperti Abu Bakar Ash-shiddiq, ia hanya memiliki harta berupa sebilah pedang, sepasang baju besi, dan beberapa Kg tepung untuk makanannya dan pakaian yang dikenakannya. Namun Ridho Allah SWT di atas segalanya. 

Rasulullah SAW menerima lamaran Ali untuk Fatimah.

Untuk maharnya?
Rasulullah SAW meminta sepasang baju besi Ali sebagai maharnya.

Mengapa?
Rasulullah SAW berkata kepada Ali, tepung akan digunakan Ali untuk menyambung hidup dengan istrimu, sebilah pedang akan membantu Ali seperti untuk memotong kayu nantinya. Maka sepasang baju besi lah yang menjadi maharnya. 

Ali bukanlah saudagar kaya seperti Abu Bakar Ash-siddiq, bukan pula Khalifah yang dikenal pemberani seperti Umar, namun Ali dikenal sebagai Khalifah yang cerdas.

Ali dan Fatimah. Dua insan yang saling mengenal, tak pernah bertegur sapa, namun bertukar rindu lewat doa. Masya Allah.

"Jatuh cinta tidak terlarang dalam Islam. Namun jangan sampai jatuh cinta membuat kita lalai terhadap Allah dan Rasul-Nya. Jangan pernah berhenti berharap, namun berharapnya kepada Allah SWT yang menciptakan makhluknya. Dan tetaplah berusaha untuk memantaskan diri - Ust. Ray"

Sumber: Catatan Kajian Dhuha oleh Chairani Cikaisela







Monday, 26 March 2018

Miskonsepsi dalam Kimia

Atom
Miskonsepsi
Konsep yang seharusnya
Atom dapat dilihat menggunakan mikroskop
Atom tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop. Pemahaman lebih jauh tentang ukuran atom sering tidak dipahami dengan benar. Contohnya, ada sekitar satu juta atom pada sehelai rambut manusia, tapi banyak siswa menebak sejumlah ratusan atau ribuan
Atom hidup (karena mereka bergerak)
Atom bergetar karena mereka memiliki energi panas. Mereka tidak memiliki karakteristik dari benda hidup (seperti membutuhkan energi untuk bertahan hidup, menghasilkan limbah, reproduksi, kemampuan beradaptasi). Inti sel dan atom tidak sama
Atom seperti sel dengan membran dan inti sel
Atom dapat bereproduksi setelah inti atom dibagi-bagi
Atom-atom memiliki elektron yang mengelilingi atom seperti planet-planet di sekitar matahari
Elektron tidak mengikuti pola putaran yang sederhana di sekitar inti atom
Kulit elektron seperti kulit telur atau kulit kerang, tipis dan keras
Kulit atom secara fisik tidak seperti kulit telur, tidak tipis dan keras. Kulit atom merupakan daerah di sekitar inti tempat ditemukannya elektron
Keberadaan kulit elektron berfungsi untuk melindungi inti atom, seperti cangkang telur dan kuning telur
Awan elektron seperti awan hujan, dengan elektron tergantung di dalamnya seperti tetesan air. Awan tersebut berisi elektron tetapi terbuat dari bahan lain.
Elektron-elektron tidak tergantung tanpa gerakan di dalam “awan elektron”. Lebih dari itu, elektron bergerak secara konstan di seluruh bagian “awan”, yang tidak terbuat dari bahan lain.
Kulit elektron merupakan susunan dari sesuatu yang berisi elektron yang ditempelkan di dalamnya
Molekul
Molekul adalah bentuk dasar, sederhana, dan tidak dapat dibagi-bagi
Molekul terbentuk dari zat yang lebih kecil (atom) yang disusun ulang menjadi molekul yang berbeda, oleh karena itu molekul tidak dapat dibagi-bag
Molekul adalah padatan yang keras, molekul gas sifatnya lembut
Bentuk, ukuran dan massa molekul tidak dapat berubah dari wujud padat ke gas. Hanya karena wujudnya secara keseluruhan tampak berbeda, misalnya bentuk gas sering kurang terlihat daripada padat, bukan berarti bahwa molekul itu sendiri mengalami perubahan wujud, hanya gaya tarik antara molekul yang bertambah atau berkurang. Perubahan muatan adalah perubahan fisika.
Molekul dari padatan paling besar, sedangkan molekul gas paling kecil
Molekul padatan berbentuk kubus, sedangkan molekul gas bulat
Molekul uap lebih ringan daripada molekul padat (misalnya: uap air vs es)
Ikatan Kimia
Molekul menyatu bersama.
Gaya tarik-menarik antar molekul menahan molekul agar tetap menyatu
Ikatan menyimpan energi
Pemutusan ikatan kimia melepas energi, Pembentukan ikatan kimia menyerap energi
Tidak semua ikatan melepas energi ketika terpecah atau menyerap energi untuk pembentukan. Reaksi eksoterm dapat membentuk molekul baru dimana produk menyerap energi yang lebih sedikit daripada reaktan
Pasangan ion, seperti Na+ dan Cl  adalah molekul
Ion bukan termasuk molekul yang memiliki ikatan kovalen. Kata yang lebih tepat untuk pasangan ion dalam senyawa ion adalah satuan rumus.
Ikatan Ion
Senyawa ion membentuk molekul netral seperti molekul Na+Cl  dalam air
Dalam air, senyawa ion terurai menjadi ion-ionnya yang bukan merupakan molekul netral karena memiliki muatan dan larutannya dapat berfungsi sebagai elektrolit
Ikatan dalam “molekul ion lebih kuat daripada gaya antarmolekul
Senyawa ion tidak tersusun dari “molekul”, tetapi ion-ion yang tertarik satu sama lain. Contohnya, ion Na+ yang dikelilingi ion-ion Cl tertarik ke seluruh ion Cl  walaupun ion tersebut bukanlah bagian dari “satuan rumus”. Ikatan tersebut putus ketika senyawa ion terlarut dalam air menghasilkan ion Na+ dan Cl  .
Ikatan Na+Cl  tidak terputus dalam leburan, hanya ikatan antarmolekul yang terputus
Ikatan Kovalen
Elektron mengetahui dari atom mana mereka berasal
Tidak ada perbedaan jenis elektron dari atom yang berbeda. Atom tidak memiliki elektron yang spesifik. Semua elektron sama dan dapat ditransfer dari satu atom ke atom lain
Atom mengetahui elektron mana saja yang dimilikinya
Kekuatan ikatan kovalen sama dengan gaya antarmolekul
Kekuatan ikatan kovalen yang terdapat gaya intramolekul, jauh lebih besar daripada gaya antarmolekul. Oleh karena itu, molekul dapat terpisah dengan lebih mudah daripada memecah molekul itu sendiri.
Reaksi Kimia
Perubahan fisika dapat bolak-balik sedangkan perubahan kimia tidak
Miskonsepsi yang sudah sangat biasa. Perubahan kimia juga dapat bolak-balik. Kita ketahui bahwa reaksi kesetimbangan yang merupakan reaksi maju dan mundur yang terjadi pada waktu yang sama, sesuai asas Le Chatalier. Beberapa perubahan fisika juga sulit untuk bolak-balik, seperti terkikisnya batuan.
Zat awal habis “seluruhnya dan selamanya” dalam reaksi kimia
Zat awal dapat dihasilkan jika reaksi dapat bolak-balik dalam kondisi tertentu.
Massa dapat dipertahankan, tetapi jumlah dan jenis atom tidak
Atom tidak dibuat atau dihancurkan dalam reaksi kimia biasa. Oleh karena itu, jumlah dan jenis atom tidak berubah, dan oleh karenanya massa juga dipertahankan
Reaksi yang berjalan lebih cepat juga berjalan lebih jauh (cepat selesai)
Reaksi dapat mencapai kesetimbangan sebelum “selesai”, tidak tergantung dari seberapa cepat reaksi tersebut berjalan
Reaksi kimia akan terus berjalan sampai semua reaktan habis
Reaksi dapat mencapai kesetimbangan sebelum reaktan habis
Kesetimbangan kimia bersifat statis/tetap
Siswa mungkin meyakini bahwa tidak ada reaksi yang terjadi pada saat setimbang karena reaksi bersihnya adalah nol. Bagaimanapun, ini berarti bahwa reaksi masih terjadi – reaksi maju dan mundur terjadi pada kecepatan yang sama, dan tidak terdapat perubahan bersih yang diamati. Kesetimbangan kimia bersifat dinamis.
Pembakaran lilin termasuk reaksi endoterm, karena memerlukan kalor untuk memulai reaksinya
Kalor dibutuhkan di awal untuk memulai suatu reaksi. Segera setelah dimulai, reaksi berjalan tanpa masukan energi lebih banyak, dan melepaskan energi dalam bentuk cahaya. Oleh karena itu, pembakaran lilin termasuk reaksi eksoterm
Lain-lain
Minyak tidak bercampur dengan air karena minyak molekul air saling tolak-menolak
Molekul minyak sebenarnya lebih tertarik ke molekul air daripada ke sesama molekulnya sendiri. Hal ini dapat dibuktikan ketika setetes minyak yang awalnya berbentuk bola yang meminimalisir jumlah molekul yang tidak dikelilingi oleh molekulnya sendiri, diteteskan ke permukaan air. Pada saat menyentuh air, tetesan minyak menyebar bahkan tetap berbentuk bola, yang menunjukkan bahwa daya tarik  antara minyak dan air lebih besar daripada minyak dengan minyak. Minyak dan air terbentuk pada fase yang berbeda, bagaimanapun, karena gaya tarik-menarik antar molekul air tetap jauh lebih kuat daripada gaya tarik-menarik antara minyak dengan air. Dibutuhkan energi bagi molekul minyak agar dapat berikatan dengan molekul air.
Penambahan garam ke dalam air mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memasak
Penambahan garam ke dalam air meningkatkan titik didih. Bagaimanapun juga, akan lebih lama bagi air untuk mencapai suhu yang lebih tinggi (dengan panas yang tetap dari pemanas), dan segera setelah air mencapai suhu yang tinggi, perubahan menjadi sangat kecil dan menjadi tidak signifikan.
Kekuatan (dari asam dan basa) dan konsentrasi menunjukkan hal yang sama.
Konsentrasi adalah jumlah mol dari zat terlarut yang dilarutkan dalam satu liter larutan. Kekuatan (dari asam dan basa) adalah persentase dari molekul yang terdisosiasi menjadi ion-ion.
Fakta uniknya adalah, beberapa asam lemah (misalnya: asam asetat) kekuatannya meningkat seiring dengan menurunnya konsentrasi


Referensi:
Arizona State University. 2001. Students Preconceptions and Misconceptions in Chemistry. Visited April 2002. <http://www.daisley.net/hellevator/misconceptions/misconceptions.pdf>
Kevin Lehmann, 1996. Bad Chemistry. Dept of Chemistry, Princeton University, NJ. Visited April 2002. <http://www.princeton.edu/~lehmann/BadChemistry.html>
O’Connell, Joe. 2001. Salt Myths and Urban Legends. Visited April 2002. <http://www.scbbqa.com/myths/Salt.html>
Oklahoma State. Common Student Misconceptions. Visited April 2002. <http://www.okstate.edu/jgelder/acidPage25.html#Com>
Werwa, Eric. 2000. Everything you’ve always wanted to know about what your students think they know but were afraid to ask. Visited April 2002. <http://www.mrs.org/microworld/werwa.pdf>

Thursday, 22 March 2018

Belajar Menghadapi Tantangan

Pada abad ke-7, seorang pelaut tangguh mengangkat layar kapalnya menyebrangi lautan. Tujuannya adalah tanah subur di timur nan jauh dari daratan tempat tinggalnya, menjelajahi dunia dari keingintahuannya yang tinggi. Proposalnya dibawa ke mana-mana. 
Setelah ditolak raja Portugis dan Inggris, pria ini akhirnya berhasil mendapatkan kepercayaan ratu Spanyol. Pada kemudian hari setelah menjelajahi samudra berbulan-bulan, ia mendarat di sebuah tempat.
"India!" Ia berseru kepada semua awak kapalnya. "Kita telah mendarat di India."
Anda mungkin sudah bisa tahu siapa yang saya maksud. Ya, ia adalah Christopher Columbus. Alih-alih mendarat di India seperti yang diharapkan Ratu Isabel yang membiayai misi perjalanannya (untuk memperkuat posisi Spanyol dalam perdagangan rempah-rempah yang dibutuhkan Eropa dan terputus akibat Perang Salib), Columbus justru mendarat di sebuah benua yang kelak dinamai Amerika.
Ini tentu diluar harapannya. Ia sendiri tak pernah sampai ke tanah India, melainkan kesasar di benua lain. Lalu ia kembali ke Spanyol, menghadap ratu dan dicemooh para penjelajah dunia lainnya yang mengambil rute berbeda menuju pantai barat Afrika terus ke selatan hingga sampai di Tanjung Harapan.
Mereka jelas berada pada posisi yang lebih dekat dengan India yang sebenarnya.
Namun, alih-alih dihukum karena tersasar, Columbus justru diberi penghargaan Raja Ferdinand dan Ratu Isabel. Bahkan hingga hari ini kita mengenal namanya sebagai penemu benua Amerika. Ketika dicemooh itulah Columbus berfilsafat, "Kalau saya tak pernah mau kesasar, kalian tak akan  pernah menemukan jalan baru."
Kita semua tahu tidak penting apa yang kita capai hari ini, atau saat ini. Yang lebih penting sesungguhnya adalah apa yang bisa kita pelajari dari sebuah perjalanan itu sendiri dan apa yang bisa kita lakukan di depan. Apalagi perjalanan itu adalah sebuah proses, bukan perhentian akhir. Orang-orang besar itu adalah the climbers, bukan the campers, apalagi the quitters. Berkat satu perjalanan yang "gagal" itu otak manusia justru menjadi terbuka, dan sebuah keyakinan baru muncul.
Sebaliknya, anda tahu hari ini, jutaan manusia Indonesia sangat takut "menjelajahi" dunia baru yang sama sekali belum dikenalnya. Kebanyakan kita justru menghindari kegagalan, kesasar, atau segala sesuatu yang bakal menyulitkan hidup kita. Kita maunya anak-anak kita menjadi juara, lulus cepat, dan dapat pekerjaan yang baik, dimudahkan jalannya. 
Setiap kali mereka mengalami kesulitan, "persoalan" mereka kita ambil alih, kita yang hadapi, dan kita yang menjadi petarungnya. Padahal semua masalah itu diberikan Tuhan untuk mengubah karakter manusia agar menjadi lebih "petarung" dalam menghadapai masalah.
Tak banyak orang yang mengerti bahwa keunggulan yang dicapai manusia kelak tak pernah lepas dari seberapa hebat ia terlatih menghadapi aneka kesulitan dan tantangan kehidupan.
Kitapun hanya mengajarkan anak-anak kita materi yang sama selama bertahun-tahun, meneruskan sejarah menggambar dua gunung berjajar, awan dan burung terbang di atas, sawah di bawah beserta jalan rayanya. Gambar fenomenal yang hampir semua kita pernah melukisnya.
Tanpa kita sadari sebenarnya kita terperangkap dalam kenyamanan yang sesungguhnya mencerminkan kemalasan berpikir belaka. Dan otak kita dibajak oleh autopilot yang programnya ya siapa lagi, kalau bukan kita sendiri.
Bayangkan kalau Columbus tidak berani menjalajahi dunia baru dan kesasar, mungkin saja benua Amerika baru ditemukan beberapa abad kemudian dan sejarah yang kita jalani hari ini akan berbeda sama sekali. Dan penjelajahan baru itu menuntut manusia untuk berpikir, bukan menghafal atau menjustifikasi, tetapi memulainya sama sekali pada hal yang benar-benar baru. Menjelajahi dunia yang sama sekali belum ada petunjuk jalannya. Thinking in new boxes. Dan itu adalah belajar menghadapi tantangan, bukan hafalan sederhana yang bisa dilakukan semua orang.

Disarikan dari: 30 Paspor di Kelas Sang Professor (J.S Khairen)

Wednesday, 21 March 2018

Irama Waktu


Waktu New York 3 jam lebih cepat dari California tapi bukan berarti waktu di California lama, atau waktu di New York lebih cepat. Kedua-duanya berjalan sesuai dengan waktunya masing-masing.

Ada yang sudah jdi CEO diumur 25 dan kemudian meninggal diumur 50, ketika yang lain baru jadi CEO diumur 50 dan hidup sampai umur 90 (Kolonel Sanders KFC dan Watson IBM). Setiap org punya jalannya masing-masing berdasarkan Time zone nya.

Ada org yang masih jomblo. Ketika ada org yang sudah menikah dan menunggu 10 tahun sebelum punya anak. Padahal ada org lain yang sudah punya anak di satu tahun pernikahan mereka.

Ada yang wisuda diumur 22 tahun, tapi memilih menunggu 5 tahun sblm mencari pekerjan yang pas/cocok. Disisi lain, ada yg baru wisuda diumur 27 tahun dan sudah langsung punya pekerjaan.

Setiap orang memiliki apa yang dia inginkan hanya pada fase nya masing-masing.
Teman kerja, sahabat, bahkan yang lebih muda darimu bisa jadi terlihat satu langkah lebih maju darimu. Dan beberapa bahkan ada yang kelihatan lebih lama darimu.

Setiap org di dunia ini berproses pada fase nya masing-masing, lahannya masing-masing, dan pada waktunya masing-masing. Tuhan punya rencana yang berbeda pada setiap hambanya. Waktu lah pembedanya. Obama pensiun pada usia 55, Trump baru menjabat di usia 70.

Jangan cemburu atau menghina mereka, kerena itu lah waktu mereka. Waktumu ada padamu.
Sabar dan kuatlah, dan percaya pada dirimu. Segala sesuatunya terjadi untuk kebaikanmu.

Kamu ga telat.. kamu ga juga terlalu cepat... kamu sangat tepat waktu!

You Are In Your Time Zone.

Terjemahan dari tulisan Julissa Loaiza.

Tuesday, 8 September 2015

Wisata Kota Semarang: Lawang Sewu dan Kota Lama

       Kota Semarang merupakan kota sejarah yang bangunannya pernah menjadi saksi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tentunya wisata di Semarang sebagian besar merupakan wisata sejarah yang mengingatkan kita kepada perjuangan para pahlawan pada masa itu. Berikut ini adalah liputan singkat mengenai tempat-tempat wisata sejarah di kota Semarang.
1. Lawang Sewu
Gedung Lawang Sewu dilihat dari bundaran Tugu Muda
         Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di KotaSemarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Lokasi Lawang Sewu berada di jalan Pemuda, tepatnya di depan bundaran Tugu Muda yang merupakan salah satu ikon kota Semarang. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Penjara jongkok tempat penyiksaan tahanan
Lawang Sewu memang terkenal dengan cerita-cerita mistis yang dihubungkan dengan penyiksaan yang dilakukan tentara Jepang di masa lalu. Jika ingin merasakan sensasi suasana yang sedikit menyeramkan anda bisa mengunjungi penjara bawah tanah yang terletak di bawah gedung ini, tentunya dengan panduan dari pemandu wisata yang telah disediakan pengelola. Terdapat dua jenis penjara, pertama penjara jongkok adalah ruang berukuran sekitar 3 x 3 meter setinggi 1 meter. Para tawanan dipaksa duduk di dalam kotak itu dalam genangan air. Permukaan ditutup dengan besi. Tawanan harus terus duduk supaya bisa bernafas. Kedua penjara berdiri adalah kotak berukuran 1×1 meter persegi setinggi sekitar dua meter. satu kotak penjara berdiri diisi oleh 5 orang tawanan supaya tawanan berdesakan hingga tidak bisa duduk. Penjara ini diberi kawat berduri. Tidak hanya itu. Sebuah ruangan di Lawang Sewu yang terhubung dengan sungai di belakang gedung digunakan sebagai ruang ekskusi bagi para tawanan yang membangkang. 
Saat ini pemerintah kota Semarang berusaha menghilangkan kesan angker yang melekat pada gedung Lawang Sewu sejak dahulu dengan menata kembali dan menambah lampu penerangan di seluruh bagian gedung. Ada beberapa hal yang menarik dari gedung ini, yaitu ruang bawah tanah gedung ini ternyata dapat menghubungkan Lawang Sewu sampai ke kawasan Kota Lama. Walaupun letaknya cukup jauh, tetapi ruang atau saluran tersebut memang digunakan untuk bersembunyi dan melarikan diri saat datangnya serangan musuh. 
Gedung bagian dalam Lawang Sewu
Ruangan di dalam gedung
2. Kota Lama
Salah satu bangunan di Kota Lama
Kota Lama Semarang adalah suatu kawasan di Semarang yang menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20 . Pada masa itu, untuk mengamankan warga dan wilayahnya, maka kawasan itu dibangun benteng, yang dinamai benteng Vijhoek. Untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang dibenteng itu maka dibuat jalan-jalan perhubungan, dengan jalan utamanya dinamai : Heeren Straat. Saat ini bernama Jl. Let Jen Soeprapto. Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut De Zuider Por.
      Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 hektare. Dilihat dari kondisi geografi, nampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga nampak seperti kota tersendiri, sehingga mendapat julukan "Little Netherland". Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang.
     
Polder Tawang
 Kawasan Kota Lama berlokasi tepat di depan stasiun Semarang Tawang. Kawasan ini juga sangat dekat dengan pasar Johar dan kawasan Semawis (Semarang untuk Wisata). Sangat mudah menemukan lokasi tempat ini karena jika anda naik kereta api dan turun di stasiun Semarang Tawang, anda akan menjumpai sebuah 
kolam besar yang luasnya hampir mencapai 1 ha ,tempat itu adalah Polder Tawang. Menurut fungsinya Polder Tawang merupakan suatu sistem untuk memproteksi air limpahan dari luar kawasan dan mengendalikan muka air di dalam Kota Lama. Komponen sistem polder ini terdiri dari tanggul,pintu air,saluran,kolektor,pompa air dan kolam retensi. Diluar fungsi teknis diatas,ternyata kini tempat ini berfungsi sebagai tempat wisata yang mampu menarik minat warga kota Semarang untuk sekedar bersantai ditepi polder pada sore dan malam hari ataupun menyalurkan hobi memancing bagi mereka yang gemar mancing.
Polder Tawang sebagai tempat nongkrong saat sore hari
Gereja Blenduk dan taman tempat beristirahat
Stasiun Semarang Tawang mempunyai sumbu visual dengan Gereja Blenduk sehingga menambah nilai kawasan. Bangunan ini termasuk "tetenger" Kota Semarang. Berusia lebih dari 200 tahun dan dijadikan "tetenger" (Landmark) kota Semarang. Terletak di Jalan Let Jend. Suprapto no.32. Dinamai gereja Blenduk karena dibagian atas 2 menara dan sebuah kubah besar. Kubah dalam bahasa Jawa berarti Blenduk. Bangunan ini mulai berdiri pada tahun 1753, digunakan untuk gereja NEDERLANDSCHE INDISCHE KERK. Gedung ini diperbaiki lagi pada tahun 1756, 1787, dan 1794. Pada tahun 1894 bangunan ini dirombak seperti keadaan sekarang. Keberadaan gereja ini berperan besar terhadap perkembangan agama kristen di Semarang. Gereja Blenduk dan taman yang berada di sekitarnya sering digunakan sebagai lokasi pemotretan foto model atau pre wedding karena nilai sejarahnya yang sangat tinggi. Taman di sekitar gereja juga sangat nyaman untuk dijadikan tempat beristirahat dan menikmati Kota Lama di sore hari.

Gereja Blenduk tampak depan
Aktivitas warga di Kota Lama



Take time to deliberate ------ but when the time for action has arrived ------ stop thinking and go in (Napoleon Bonaparte)