Take time to deliberate ------ but when the time for action has arrived ------ stop thinking and go in (Napoleon Bonaparte)

Rabu, 16 September 2015

Logo UNNES Baru 2015



Selasa, 08 September 2015

Wisata Kota Semarang: Lawang Sewu dan Kota Lama

       Kota Semarang merupakan kota sejarah yang bangunannya pernah menjadi saksi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tentunya wisata di Semarang sebagian besar merupakan wisata sejarah yang mengingatkan kita kepada perjuangan para pahlawan pada masa itu. Berikut ini adalah liputan singkat mengenai tempat-tempat wisata sejarah di kota Semarang.
1. Lawang Sewu
Gedung Lawang Sewu dilihat dari bundaran Tugu Muda
         Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di KotaSemarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Lokasi Lawang Sewu berada di jalan Pemuda, tepatnya di depan bundaran Tugu Muda yang merupakan salah satu ikon kota Semarang. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Penjara jongkok tempat penyiksaan tahanan
Lawang Sewu memang terkenal dengan cerita-cerita mistis yang dihubungkan dengan penyiksaan yang dilakukan tentara Jepang di masa lalu. Jika ingin merasakan sensasi suasana yang sedikit menyeramkan anda bisa mengunjungi penjara bawah tanah yang terletak di bawah gedung ini, tentunya dengan panduan dari pemandu wisata yang telah disediakan pengelola. Terdapat dua jenis penjara, pertama penjara jongkok adalah ruang berukuran sekitar 3 x 3 meter setinggi 1 meter. Para tawanan dipaksa duduk di dalam kotak itu dalam genangan air. Permukaan ditutup dengan besi. Tawanan harus terus duduk supaya bisa bernafas. Kedua penjara berdiri adalah kotak berukuran 1×1 meter persegi setinggi sekitar dua meter. satu kotak penjara berdiri diisi oleh 5 orang tawanan supaya tawanan berdesakan hingga tidak bisa duduk. Penjara ini diberi kawat berduri. Tidak hanya itu. Sebuah ruangan di Lawang Sewu yang terhubung dengan sungai di belakang gedung digunakan sebagai ruang ekskusi bagi para tawanan yang membangkang. 
Saat ini pemerintah kota Semarang berusaha menghilangkan kesan angker yang melekat pada gedung Lawang Sewu sejak dahulu dengan menata kembali dan menambah lampu penerangan di seluruh bagian gedung. Ada beberapa hal yang menarik dari gedung ini, yaitu ruang bawah tanah gedung ini ternyata dapat menghubungkan Lawang Sewu sampai ke kawasan Kota Lama. Walaupun letaknya cukup jauh, tetapi ruang atau saluran tersebut memang digunakan untuk bersembunyi dan melarikan diri saat datangnya serangan musuh. 
Gedung bagian dalam Lawang Sewu
Ruangan di dalam gedung
2. Kota Lama
Salah satu bangunan di Kota Lama
Kota Lama Semarang adalah suatu kawasan di Semarang yang menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20 . Pada masa itu, untuk mengamankan warga dan wilayahnya, maka kawasan itu dibangun benteng, yang dinamai benteng Vijhoek. Untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang dibenteng itu maka dibuat jalan-jalan perhubungan, dengan jalan utamanya dinamai : Heeren Straat. Saat ini bernama Jl. Let Jen Soeprapto. Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut De Zuider Por.
      Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 hektare. Dilihat dari kondisi geografi, nampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga nampak seperti kota tersendiri, sehingga mendapat julukan "Little Netherland". Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang.
     
Polder Tawang
 Kawasan Kota Lama berlokasi tepat di depan stasiun Semarang Tawang. Kawasan ini juga sangat dekat dengan pasar Johar dan kawasan Semawis (Semarang untuk Wisata). Sangat mudah menemukan lokasi tempat ini karena jika anda naik kereta api dan turun di stasiun Semarang Tawang, anda akan menjumpai sebuah 
kolam besar yang luasnya hampir mencapai 1 ha ,tempat itu adalah Polder Tawang. Menurut fungsinya Polder Tawang merupakan suatu sistem untuk memproteksi air limpahan dari luar kawasan dan mengendalikan muka air di dalam Kota Lama. Komponen sistem polder ini terdiri dari tanggul,pintu air,saluran,kolektor,pompa air dan kolam retensi. Diluar fungsi teknis diatas,ternyata kini tempat ini berfungsi sebagai tempat wisata yang mampu menarik minat warga kota Semarang untuk sekedar bersantai ditepi polder pada sore dan malam hari ataupun menyalurkan hobi memancing bagi mereka yang gemar mancing.
Polder Tawang sebagai tempat nongkrong saat sore hari
Gereja Blenduk dan taman tempat beristirahat
Stasiun Semarang Tawang mempunyai sumbu visual dengan Gereja Blenduk sehingga menambah nilai kawasan. Bangunan ini termasuk "tetenger" Kota Semarang. Berusia lebih dari 200 tahun dan dijadikan "tetenger" (Landmark) kota Semarang. Terletak di Jalan Let Jend. Suprapto no.32. Dinamai gereja Blenduk karena dibagian atas 2 menara dan sebuah kubah besar. Kubah dalam bahasa Jawa berarti Blenduk. Bangunan ini mulai berdiri pada tahun 1753, digunakan untuk gereja NEDERLANDSCHE INDISCHE KERK. Gedung ini diperbaiki lagi pada tahun 1756, 1787, dan 1794. Pada tahun 1894 bangunan ini dirombak seperti keadaan sekarang. Keberadaan gereja ini berperan besar terhadap perkembangan agama kristen di Semarang. Gereja Blenduk dan taman yang berada di sekitarnya sering digunakan sebagai lokasi pemotretan foto model atau pre wedding karena nilai sejarahnya yang sangat tinggi. Taman di sekitar gereja juga sangat nyaman untuk dijadikan tempat beristirahat dan menikmati Kota Lama di sore hari.

Gereja Blenduk tampak depan
Aktivitas warga di Kota Lama